Beranda / Trending / Perayaan Malam Tahun Baru Islam 1448 H : Momen Simbol Perjuangan Warga Perumahan Kuningan City View Desak PT. DUMIB Bangun Masjid dan Fasum

Perayaan Malam Tahun Baru Islam 1448 H : Momen Simbol Perjuangan Warga Perumahan Kuningan City View Desak PT. DUMIB Bangun Masjid dan Fasum

KABUPATEN KUNINGAN, Umat Islam di seluruh dunia menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan penuh rasa syukur dan khidmat. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan memperbaiki kualitas kehidupan di masa yang akan datang.

Tahun Baru Islam menandai peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah tersebut bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga simbol perjuangan, pengorbanan, serta tekad untuk membangun kehidupan yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai keislaman.

(senin,15 juni 2026) malam peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah warga perumahan kuningan city view Desa Ancaran dirayakan dengan kegiatan keagamaan Mulai dari pawai obor, doa bersama, hingga menyampaikan tuntutan kepada pihak PT. DUMIB untuk membangun Masjid dan failitas umum lainnya karena hampir selama dua dekade telah mangkir dari kewajibannya sesuai dengan ketentuan UU No. 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan pemukiman serta pemendagri No. 9 tahun 2009, pengembang perumahan memiliki kewajiban hukum mutlak untuk meyerahkan sarana, prasarana dan utilitas (PSU) kepada Pemerintah Daerah guna berkelanjutan pemeliharaan. penelantaran kewajiban ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran administratif hingga pemidanaan terkait penipuan hak konsumen.

Jalan Buntu dialog dan janji palsu Penderitaan warga perumahan kunigan city view bukan tanpa perlawanan, perwakilan warga diantaranya ketua RT Hasan, bersama jajaran tokoh masyarakat seperti Jejejn, Memed, Karpi, Dudung, Sultoni serta warga lainnya telah berulang kali menempuh jalur komunikasi formal. Mereka telah berdialog dengan manajemen PT. DUMIB hingga Pemerintahan Daerah untuk menagih hak tersebut Hingga kini, fasilitas umum dan Masjidpun sama sekali belum teralisaasi.

(brian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *