Tertahan di Bandara, 94 Jemaah Umroh Asal Kuningan Masih Menunggu Kepastian

Kuningan – Puluhan calon jemaah umroh asal Kabupaten Kuningan mengalami penundaan keberangkatan setelah tertahan di bandara pada Jumat (31/7/2026). Dari total ratusan calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada hari tersebut, 24 orang berhasil diberangkatkan, sementara 94 calon jemaah lainnya masih tertahan dan menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para calon jemaah telah menyelesaikan seluruh proses keberangkatan dan berada di bandara sesuai jadwal. Namun, hingga waktu keberangkatan, sebagian besar jemaah belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci karena adanya kendala yang masih dalam proses penanganan.

Pihak penyelenggara perjalanan bersama maskapai saat ini tengah berupaya melakukan reschedule (penjadwalan ulang) tiket agar para calon jemaah yang tertunda dapat segera diberangkatkan.

Hingga kini, penyebab pasti tertundanya keberangkatan tersebut masih belum dapat dipastikan. Informasi sementara menyebutkan bahwa masih dilakukan penelusuran apakah kendala terjadi di pihak biro perjalanan, maskapai penerbangan, atau merupakan persoalan yang melibatkan kedua belah pihak.

Sementara itu, Kemenhaj menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah umroh reguler tidak berada di bawah proses administrasi Kemenhaj Kabupaten/Kota. Umroh reguler sepenuhnya dikelola oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau biro perjalanan swasta yang telah memiliki izin resmi dari pemerintah.

“Proses penyelenggaraan umroh reguler tidak melalui Kementerian Agama kabupaten maupun kota. Pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta, sama halnya seperti penyelenggaraan haji khusus (haji plus),” demikian penegasan yang disampaikan pihak Kemenhaj.

Kemenhaj juga mengimbau para calon jemaah untuk tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan biro perjalanan yang menjadi penyelenggara keberangkatan. Biro diharapkan memberikan informasi yang transparan mengenai perkembangan proses penjadwalan ulang sehingga para jemaah memperoleh kepastian keberangkatan.

Di sisi lain, keluarga para calon jemaah berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar anggota keluarga mereka dapat melaksanakan ibadah umroh sesuai rencana tanpa harus menunggu lebih lama.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kenyamanan dan kepastian pelayanan bagi calon jemaah. Diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat segera menemukan solusi terbaik sehingga 94 calon jemaah yang masih tertahan di bandara dapat diberangkatkan ke Tanah Suci dalam waktu dekat sesuai jadwal pengganti yang telah ditetapkan.

Tinggalkan komentar