Majalengka – Masyarakat Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, kembali menggelar tradisi Nyiram Pusaka Karuhun yang ke-555 pada Kamis (30/7/2026). Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari lima abad ini menjadi salah satu agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya Sunda.
Rangkaian acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh tokoh adat, sesepuh desa, pemerintah daerah, budayawan, serta ratusan warga yang datang untuk menyaksikan prosesi sakral tersebut. Tradisi Nyiram Pusaka Karuhun merupakan simbol penghormatan kepada jasa para pendiri Desa Nunuk yang telah mewariskan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan kepada generasi penerus.
Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat Desa Nunuk. Setelah itu, dilakukan ritual penyucian atau “nyiram” pusaka-pusaka peninggalan karuhun menggunakan air yang telah dipersiapkan secara khusus sesuai tata cara adat yang berlaku.

Pusaka-pusaka yang disimpan dan dirawat oleh para juru kunci dibersihkan dengan penuh kehati-hatian sebagai simbol penyucian diri, pelestarian warisan leluhur, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kemakmuran, dan kehidupan yang harmonis.
Selain prosesi adat, peringatan Nyiram Pusaka Karuhun ke-555 juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Sunda, seperti kesenian tradisional, pencak silat, musik daerah, hingga penampilan tari-tarian tradisional yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan para tamu undangan.
Kepala Desa Nunuk dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi media untuk memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan warisan leluhurnya.
“Tradisi Nyiram Pusaka Karuhun merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Masyarakat berharap tradisi yang telah memasuki usia 555 tahun ini dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Majalengka. Selain menjaga kelestarian adat istiadat, kegiatan ini juga diyakini mampu memperkenalkan kekayaan budaya Desa Nunuk kepada masyarakat luas.
Dengan semangat kebersamaan, Tradisi Nyiram Pusaka Karuhun ke-555 menjadi bukti bahwa warisan budaya leluhur masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Desa Nunuk sebagai bagian dari identitas yang patut dibanggakan serta diwariskan kepada generasi mendatang.